Apa itu Genuine Leather? Sudah Tentukah Itu Kulit Asli?

Apa itu Genuine Leather? Sudah Tentukah Itu Kulit Asli?

Apa Itu Genuine Leather

Jika kamu pergi untuk berbelanja mencari beberapa produk dari kulit seperti sepatu, tas atau dompet dan mendapati tulisan ‘Genuine Leather’ pada lebelnya, sebaiknya jangan terburu-buru untuk membelinya.

Meskipun tidak semuanya, namun bisa jadi itu hanyalah tipuan belaka. Tidak sedikit tas atau dompet kulit yang mencantumkan tulisan genuine leather pada produknya.

Namun saat kamu sudah membeli dan memaikainya beberapa kali ternyata barang tersebut terbuat dari kulit sintetis atau faux leather, pasti menyebalkan sekali bukan sudah mahal-mahal beli ternyata palsu.

Tidak bisa dipungkiri, dengan banyaknya produk berbahan kulit yang beredar di pasaran membuat kita kebingungan dalam mencari dan menentukan mana yang asli dan mana yang palsu.

Terlebih sekarang ini makin banyak kulit sintetis yang dibuat semirip mungkin dengan kulit asli, bahkan tidak jarang pula harga yang ditawarkan sama saja mahalnya dengan yang asli.

Artikel kali ini akan membahas tentang apa itu genuine leather dan perbedaannya denga faux leather. Ketahui Bahan Kulit pada Asesorismu!

Tidak jarang pula kita melihat iklan produk kulit yang dengan menggunakan tagline ‘Genuine Leather, 100% Leather’. Mereka tidak sepenuhnya salah mengenai hal tersebut, namun ada yang perlu kamu ketahui mengenai tipe kulit yang satu ini.

Kebanyakan ‘Genuine leather’ yang harganya murah biasanya adalah tipe kulit asli kelas ketiga setelah full grain dan top grain.

Umumnya para pengerajin atau penyamak kulit akan menggunakan kulit domba, sapi juga kambing yang biasanya tebal dan keras dan kemudian dipisahkan berkali-kali.

Kemudian lapisan yang paling tipislah yang akan diambil lalu dipisah lagi dan diampelas hingga halus. Untuk lebih memperbagus, bagian permukaannya akan dicat hingga menyerupai kulit kelas teratas.

 

Tips Membedakan Kulit Asli dan Sintetis

Cara Membedakan Kulit Asli atau Sintetis

Produk kulit seperti sepatu, tas, ikat pinggang, dan dompet yang menggunakan genuine leather bisa jadi alternatif bagi kamu yang ingin tampil gaya dengan produk kulit tapi bukan imitasi.

Harganya biasanya tidak beda jauh dengan kulit sintetis, namun tetap asli dan mempunyai ketahanan yang lebih baik. Perhatikan hal-hal berikut ini untuk membedakannya!

1. Perhatikan Lebel

Hampir disemua produk yang dijual selalu terdapat lebel yang menjelaskan tentang barang yang tengah kamu pegang secara singkat.

Jika barang atau produk yang ingin kamu beli itu adalah kulit asli, pada lebel biasanya disebutkan ‘Genuine Leather’. Dan jika produk tersebut dari kulit sintetis biasanya pada lebel akan dicantumkan kata-kata ‘fabric matrials’ atau ‘manmade matrials’.

Tapi kamu harus tetap hati-hati dan mengecek bahan kulitnya terlebih dahulu, sebab bisa saja lebel itu menipu.

2. Perhatikan Bahan Kulit

Tidak semua bahan dari kulit asli itu halus dan lembut, beberapa ada yang memiliki tekstur kasar dan keras, semua itu tergantung pada kualitas kulit serta proses pembuatannya.

Namun ketika kamu  menyentuh permukaan kulit dan terasa terlalu seperti plastik dan terlalu halus atau glossy, kemungkinan besar itu adalah kulit sintetis.

3. Aroma Kulit Asli Sangat Berbeda

Selain menyentuh, gunakan pula indra penciuman kamu untuk mengetahui apakah produk yang hendak kamu beli tersebut asli atau palsu.

Aroma kulit asli sangat khas dan sama sekali tidak bisa ditiru oleh bahan dari kulit sintetis. Untuk mengetahui aromanya, kamu tentu dapat mengunjungi tempat yang menjual produk-produk kulit asli.

4. Perhatikan Pori-Porinya

Sama seperti aroma, pori-pori pada bahan kulit berbeda antara yang asli dan yang sintetis. Pori-pori pada bahan kulit sintetis akan terlihat sangat rapi, teratur dan monoton, sedangkan pada bahan kulit asli bentuk pori-porinya kasar dan tidak teratur.

5. Perhatikan Tepiannya

Jika produk kulit yang hendak kamu beli pada bagian tepiannya sangat rapi tanpa cacat dan terasa seperti plastik, bisa dipastikan bahwa bahan kulit yang digunakan adalah sintetis. Karena bahan kulit asli pada bagian tepiannya akan tampak kasar.

Meskipun masuk kategori kelas ketiga, genuine leather tetaplah kulit asli yang digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan suatu produk kulit.

Jika kamu beruntung, kamu bisa mendapatkan produk genuine leather yang halus, meskipun banyak juga genuine leather yang kasar, semuanya itu tergantung dari proses pembuatan atau penyamakannya.

Genuine leather juga tetap dapat bisa patina, walaupun mungkin tidak sebagus full grain leather. Selain itu, dengan genuine leather milikmu, kamu juga tetap bisa mendapatkan prestige dengan budget minim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *