Sejarah Pengolahan Kulit dan Pemanfaatannya

Sejarah Pengolahan Kulit dan Pemanfaatannya

Sejarah Pengolahan Kulit Pertama Kali

Tahukah kalian sejak kapan dan dimana teknik pengolahan kulit menjadi sebuah garmen ditemukan pertama kali? Dalam sejarah yang tercatat, produk kulit ditemukan sejak tahun 1300 sebelum masehi di daratan Afrika, lebih tepatnya Mesir.

Lalu pemanfaatan kulit itu mulai meyebar, dan orang-orang primitif dari berbagai belahan dunia, terutama Eropa, Asia dan Amerika Utara berlomba-loba mengembangkan teknik untuk mengubah kulit binatang menjadi barang kulit secara independen.

Pertama dimulai dari orang-orang Yunani yang mulai menggunakan garmen kulit pada masa para pahlawan Homeric (sekitar 1200 sebelum masehi), pemanfaatan kulit sejak saat itu mulai tersebar di seluruh kekaisaran Roma.

Pada masa Middle-Age, etnis Tionghua mulai mengetahui cara untuk membuat kulit. Suku Indian di Amerika Utara juga menunjukkan kemampuan yang hebat dalam pembuatan kulit bahkan sebelum berdatangnya orang-orang-orang kulit putih.

Leather tanning tanpa diragukan lagi dahulu menjadi salah satu bagian dari aktivitas manusia primitif.

Pengolahan Kulit Jaman Dahulu

Pada awalnya, kulit didapatkan dari aktivitas berburu hanya dipakai untuk pembuatan baju dan tenda, namun mereka merasa terlalu dingin ketika temperatur rendah dan merasa terlalu panas ketika temperatur tinggi.

Pada saat itu dimulailah untuk menggosok animal fats, tanning process pertama yang paling kasar seperti yang disebutkan pada Assyrian dan Homers.

Dengan trial and error, pada akhirnya ditemukanlah cara-cara untuk mengawetkan dan menghasilkan kulit binatang dengan beberapa benda seperti asap, minyak dan ekstrak kulit kayu.

Pengolahan Kulit Pertama Kali

Leather tanning menggunakan ekstrak kulit kayu mungkin pertama kali berasal dari kalangan Hebrews. Pada masa Middle-Age, seni leather tanning adalah seni yang dirahasiakan dan diturunkan turun-temurun,

Bahkan ada komunitas perdagangan khusus dibuat untuk kulit (Leather Trade Guild).

Pada abad ke-19, vegetable-tanning contohnya, menggunakan ekstrak kayu dari beberapa jenis pohon, yang ditambah dengan chrome tanning.

Penggunaan bahan chemical seperti ini sampai saat ini mendominasi proses tanning sekitar 80-90%, kecuali pada kulit untuk sol sepatu atau tooling leathers.

Jenis Kulit Sapi

Lalu bagaimanakah kulit dipasarkan pada masa itu? Lalu, cara paling ekonomis pada saat itu adalah membeli langsung kepada tannery.

Kulit biasanya dihargai per meter persegi dan dijual secara utuh, biasanya sekitar 1/4sq.ft yang dijadikan patokan ukuran universal pada dunia tannery masa itu.

Kulit yang akan didapatkan dari setiap tannery akan sangat beragam sesuai dengan intensi dan darimana kulit tersebut didapatkan.

Satu hal yang perlu diingat- kulit berasal dari binatang dan telah melawati berbagai macam proses sehingga menjadi kulit jadi, bukan material yang sintesis.

Karena itu, ukuran dan bentuk tepatnya sesuai dengan ukuran dan bentuk binatang sesuai dengan yang diterima oleh tannery.

Untuk kemudahan proses tanning, binatang yang ukurannya besar akan dipotong menjadi beberapa bagian (seperti misalnya bagian samping, bahu, perut, dan lain-lain).

Sedangkan kulit binatang kecil seperti kambing atau reptil akan melewati proses tanning dan dijual sesuai dengan ukuran aslinya.

Beberapa kulit terkadang dipotong dalam bentuk yang beragam sesuai dengan keinginan pembeli, akan tetapi harga yang didapati akan lebih mahal karena tambahan biaya pekerja dan biaya sisa kulit yang terbuang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *